Dandim 1513/SBB Dampingi Penyaluran Bantuan Logistik bagi Warga Patahuwe Pascabentrokan

 

SBB PW — Pemerintah bersama aparat keamanan menunjukkan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat terdampak pascabentrokan antara warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Salah satunya melalui penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat yang mengungsi di Posko Pengungsian Desa Taniwel, Kecamatan Taniwel Barat, Sabtu (12/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda turut mendampingi proses pembagian bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Provinsi Maluku, Dinas Sosial Kabupaten SBB dan Klasis Kabupaten SBB.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Desa Patahuwe yang berada di lokasi pengungsian. Sedikitnya 113 warga Desa Patahuwe menerima bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan selama berada di tempat pengungsian.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa sembako, makanan anak, tenda gulung atau serbaguna, pakaian anak dan dewasa, selimut serta makanan siap saji. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp165.198.220.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku E. Avandy Hasanusi, Plt Kabid Linjamsos M. Nasir Wakano, Pasintel Kodim 1513/SBB Kapten Inf Agung Prabowo, Danramil 1513-02/Taniwel Lettu Inf Syawir, Kapolsek Taniwel Iptu Martinus Luhukay, Kepala Kantor Agama Kabupaten SBB, serta Kepala Desa Patahuwe beserta staf.

Dalam amanat Gubernur Maluku yang dibacakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku E. Avandy Hasanusi, masyarakat Desa Lisabata dan Desa Patahuwe diimbau untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif.

Masyarakat juga diminta mengedepankan semangat pela gandong serta menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi akibat kejadian yang terjadi. “Potong di kuku rasa di daging,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan sebagai pengingat pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Maluku.

Gubernur juga meminta agar tidak ada aksi balasan maupun tindakan yang dapat memperluas konflik antarkedua desa. Masyarakat didorong menyerahkan penanganan serta proses hukum kepada aparat keamanan sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara tertib sesuai ketentuan hukum.

Selain itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh pihak terkait diharapkan turut berperan menjaga keamanan serta membantu meredam ketegangan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama aparat keamanan TNI/Polri di lokasi merupakan bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat yang terdampak.

Menurutnya, seluruh masyarakat Desa Lisabata dan Desa Patahuwe diharapkan dapat menahan diri, tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperluas konflik. “TNI/Polri akan terus melakukan pengamanan dan membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Dandim juga menyampaikan bahwa terkait kerugian yang dialami masyarakat, pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah. Rencana tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan aparat keamanan TNI/Polri serta dukungan masyarakat.

Ia berharap masyarakat dapat mendukung rencana tersebut dan bersama-sama menjaga keamanan agar proses pemulihan pascakonflik dapat berjalan dengan baik.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama berada di pengungsian sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama memulihkan kondisi sosial dan keamanan di wilayah Taniwel Barat… @dy

Related posts